berangkat dari pandangannya tentang realitas manusia yang kongkrit, marx mengubah pandangan filsafat materialisme lama yang disebutnya kontemplatif. bagi karl marx realitas indrawi haruslah dapat dipahami dalam sebagai subyek dalam aktivitas praktis, jadi realitas bukan hanya sekedar pemahaman tentang obyek.
marx memandang subyektif adalah gugusan pengalaman kolektif sosial dalam perjuangan yang berlangsung sepanjang perkembangan kemasyrakatan. unsur obyek tidak dihilangkan begitu saja, tetapi mendapat tempat filosofisnya dalam semangat revolusiaoner kaum buruh. oleh karena itu keterpaduan manusia sebagai subjek dan objek membuahkan semangat praksis revolusioner yang diacukan buat mengubah persoalan-persoalan sosial.
dari segi lain manusia sebagai individu yang lepas dari ikatan masyarakat haruslah dianggap sebagai pandangan yang menyalahi hakikat sejarah, manusia hanya dapat dipahami sejauh diletakkan dalam kaitannya dengan masyarakat sebab manusia tidak lain hanyalah keseluruhan relasi-relasi masyarakat, singkatnya manusia mendapatkan posisinya sebagai kolektivitas sosial.
walaupun feuerbach memandang memandang pikiran dari cerminan dari kenyataan material, namun marx memandang sebagai materialisme yang tidak praktis karena mengabaikan hal yang bersifat politis yaitu aktivitas revolusioner. pemikiran ini membawa ke tesis selanjutnya bahwa materialisme lama adalah pendiri dari masyarakat sipil (borjuis), sedangkan materialisme baru adalah masyarakat yang manusiawi dan masyarakat yang disosialkan. dengan demikian sebenarnya manusia sebagai makhluk terumuskan dalam keterpaduan teori dan praksis, dan tepat pada titik ini terjabarkan peta filsafatnya.
manusia sebagai makhluk sosial
By: SAIFUL on January 26, 2009
at 8:10 am