Posted by: adhe putra | March 9, 2009

besok sudah mulai kuliah

tepat, judulnya aja udah “besok sudah mulai kuliah”. pada dasarnya saya sudah ngga niat buat ngelajutin kuliah di UNAIR lagi. tapi teringat dengan teknik yang saya terapkan pada waktu saya duduk dibangku SMA. waktu sekolah dulu, saya juga tidak ingin melanjutkan sekolah saya tapi, ternyata banyak yang sayang dengan saya dan banyak yang menyarankan untuk melanjutkan sekolah aja.  jadi teringat dengan sebuah nama “Dhara Menake Wischell”. nama yang cukup indah untuk orang yang pernah menjadi pacar saya he… he… he… :D dan ada sebuah nama lagi yang tidak akan saya sebutkan, dia adalah orang yang paling berpengaruh dalam kehidupan saya sampai saat ini. dhara waktu itu sempat menjadi pacar saya dan sekaligus menjadi manajer untuk sekolah saya, orang yang sangat suka mengatur jadwal saya tentunya. disini terlihat saya cenderung untuk takluk kepada seorang cewek, tapi lihatlah sisi baiknya sejak dhara menjadi pacar dan manajer saya sekolah saya jadi lebih baik, dulunya aku yang ngga pernah dapat rangking 3 besar mulai dari SD sampai SMA(ngga pernah sekolah TK) ketika ada dhara di semester akhir itu alhasil aku dapat rangking 2 dari 43 populasi manusia yang berhabitat dikelas III IPS 2, SMU GIKI III Surabaya. hasil yang cukup bisa membanggakan orang tua tentunya.

Read More…

Posted by: adhe putra | March 9, 2009

salahkah jika aku mencintai

pertanyaan singkat yang sering aku pertanyakan dan permasalahkan karena banyak orang yang mempermasalahkan  jika aku mencintai seseorang. disini bukan berarti aku tidak memiliki cinta karena mempertanyakan apakah cinta itu. jika kau percaya dengan Tuhan, percaya dengan agama maka, kaupun juga harusnya tidak mempermasalahkan aku mencintai siapa dan mengapa hal ini bisa terjadi. aku menganggap semua umat manusia sepakat bahwa manusia sepakat cinta datang tiba-tiba walaupun dengan alasan yang sangat sederhana. bukankah cinta miliki kedamaian, kedamaian yang diberikan oleh Tuhan melalui media yang dinamakan cinta itu. mungkin aku salah satu manusia yang tidak mau tunduk dengan macam simbol manapun tak terkecuali cinta, tapi itu juga bukan berarti manusia akan selalu menang dengan pendiriannya artinya manusia juga harus berani menerima kekalahannya atas cinta.
Read More…

Posted by: adhe putra | March 8, 2009

Sukarno (dalang), Suharto (super) Semar?

comunistDalam buku Antonie C. Dake yang berjudul The Devious Dalang (Dalang Penuh Tipu Daya) adalah buku yang memuat gagasan mengenai Sukarno yang ia tempatkan sebagai dalang, yang menunjuk PKI sebagai yang menempati posisi sebelah kiri sang dalang, atau sebagai pihak yang ’salah’. Pembagian Kelir [layar untuk memainkan wayang kulit] antara Kurawa dan Pendawa saat ini seringkali dipakai untuk mewakili konflik antara kebaikan dan kejahatan. Namun demikian dengan adanya pemahaman yang lebih menyeluruh dan dengan adanya hubungan antara manusia yang bersifat kabur, dengan cerdik dapatlah terungkap bahwa sebenarnya keberadaan ‘kanan’ dan ‘kiri’ bukanlah sesuatu yang bersifat absolut. Dalam pementasan sebuah lakon wayang, hal ini akan tergantung apakah orang melihat wayang ataukah melihat bayang-bayangnya, yang kanan dapat menjadi kiri dan yang kiri dapat menjadi kanan.

Read More…

Posted by: adhe putra | March 8, 2009

apa yang kita kejar?

SOALNYA, apakah yang sebenarnya kita kejar? demikianlah pertanyaan yang akan saya renungkan kali ini. bertanya tentang sesuatu hal, itu berarti mempunyai pengertian akan hal itu! sebab pengertian akan sesuatu hal selamanya akan berpangkal pada pengertian hal itu. jika kita tidak mengerti, bagaimanakah kita dapat bertanya? jika kita tidak mengerti apa yang kita tanyakan, apakah isi pertanyaan kita? akan tetapi sebaliknya, bertanya tentang suatu hal, itu berarti tidak mempunyai pengertian akan hal itu? sebab, jika kita sudah mengerti, apakah gunanya bertanya?

kalimat-kalimat diatas mungkin barangkali berguna untuk memperlihatkan keanehan manusia! ialah: dia mengerti dan juga tidak mengerti! bukankah kita ini manusia yang terus-menerus beraksi? tidakkah tiap-tiap aksi berupa pengejaran? dan tidakkah tiap-tiap aksi kita lakukan dengan pengertian? namun jika orang ditanya, apakah yang sebenarnya kita kejar, barangkali jawabannya tidak diberikan secara kontan.

Posted by: adhe putra | March 1, 2009

ngga penting tapi disarankan untuk baca

posting dalam blog saya kali ini akan sangat panjang,saya sarankan anda jika tidak sanggup membaca posting dalam blog yang panjang mending anda segera tutup halaman ini atau baca poting saya yang lain. maaf bukan saya bermaksud untuk mengusir anda kali ini saya membutuhkan curhat kepada blog saya karena saya tidak punya teman siapapun yang dapat mengerti saya kecuali blog-blog saya dan tentunya kopi dan rokok.

baiklah saya akan mulai beberapa keluhan yang sedang saya hadapi dalam kompleksitas hidup saya ini. sekali saya sarankan bila anda tidak suka membaca mending anda tutup segera blog ini karena akan sangat garing terasa. pertama akan saya ceritakan siapakah diri saya secara abstrak, saya adalah sebuah proses dari makna kata “JIKA” berikut akan saya jabarkan penjelasannya…

JIKA suara dibiskkan serta kondisi telah meliputi sekitarku, maka telinga mendengarkan, mulut terdiam, seraya mataku mengamati keadaan yang sedang terjadi

Jika perhatian lingkup tertuju balik padaku maka gerakan tubuhku takkan mengada-ada

JIKA semua kelakuanku mapupun keberadaanku memberikan inspirasi bagi kalian seperti akhir yang suram dalam kehidupan ini maka cepat-cepatlah introspeksi diri kalian

JIKA intuisi sekitar telah mempertanyakan konflik pada diriku maka inilah aku dengan segala kepribadian yang tak patut dijadikan panutan

begitulah siapa aku yang selama ini aku kenal, entah bagaimana anda menginterprestasikan siapakan sebenarnya saya ini, manusiakah atau bukan atau hanya badan kasar yang dijejali roh oleh apa yang kalian sebuat dengan kekuatan causa prima itu.

selama hidup ini kita berproses entah menuju kearah manakah proses yang kita jalani tersebut itu. apakan akan menjadi lebih baik atau malah mempekeruh keadaan dengan proses yang kita lakukan. dan kemudian pada saat perjalanan proses itulah aku merasakan kekecewaan yang bisa dikatakan begitu mendalam dengan apa yang disebut keyakinan dan keyakinan ini telah didaulat oleh masyarakat sebagai agama. disini bukan berarti saya meragukan sebuah agama yang menjadi prinsip banyak manusia pada khsusunya. mungkin pertanyaan ini terlalu kolot tapi akan sangat panjanh untuk dijelaskan, yaitu, Ada berapa alirankah dalam satu agama tertentu? bukankah Tuhan itu hanya ada Satu. itu mungkin salah satu keluhan saya yang tidak bisa saya imajikan dalam otak kecil saya ini.

satu yang saya ingat dan terangkum indah dalam puisi untuk saya selalu ingat dengan tanggung jawab Vertikal kepada Tuhan. seperti dibawah ini

bersetubuh dengan iblis
dalam remang tertindih surga duniawi
nasfsu berkobar menjalar ke seluruh tubuh
tinggalkan akhlaq dan jasad mulai berhimpitan

kesunyian ruang, rintih berbalas emosi,
derap kuda berpacu, bergesekan derasnya air tubuh
jatuh tersungkur gejolak nafsu tak terbendung
akhlaq hilang kembali datang

saat akhir mulai dibicarakan
bosan putih mencari hitam
mata tertutup…
tanggung jawab telah dinanti-Nya

akhir kata, sehingga didalam keberagaman pemikiran dan kehidupan itu sendiri, niscaya memberikan suatu bentuk pengertian tentang arti dan makna hidup ini bagi diri sendiri maupun memberikan pemahaman tentang arti dan makna kehidupan

salam kampanye damai pemilu Indonesia 2009

« Newer Posts - Older Posts »

Categories