Posted by: adhe putra | March 9, 2009

salahkah jika aku mencintai

pertanyaan singkat yang sering aku pertanyakan dan permasalahkan karena banyak orang yang mempermasalahkan  jika aku mencintai seseorang. disini bukan berarti aku tidak memiliki cinta karena mempertanyakan apakah cinta itu. jika kau percaya dengan Tuhan, percaya dengan agama maka, kaupun juga harusnya tidak mempermasalahkan aku mencintai siapa dan mengapa hal ini bisa terjadi. aku menganggap semua umat manusia sepakat bahwa manusia sepakat cinta datang tiba-tiba walaupun dengan alasan yang sangat sederhana. bukankah cinta miliki kedamaian, kedamaian yang diberikan oleh Tuhan melalui media yang dinamakan cinta itu. mungkin aku salah satu manusia yang tidak mau tunduk dengan macam simbol manapun tak terkecuali cinta, tapi itu juga bukan berarti manusia akan selalu menang dengan pendiriannya artinya manusia juga harus berani menerima kekalahannya atas cinta.

sedari dulu sampai sekarang aku meyakini cinta adalah tai kucing rasa coklat, dimana manusia yang selalu dibodohi oleh perasaan semata tanpa bisa berpikir dengan logis dan obyektif. tapi, seiring dengan berjalannya waktu dan atas nama proses kehidupan aku pun menjadi sadar bahwa kehidupan manusia tidak akan lepas dari apa yang dinamakan cinta. cinta butakah, cinta monyetkah, cinta sejatikah… itu hanyalah sebagian kecil dari bagian yang terpecah oleh cinta dan mungkin saja aku menyebutnya itu bukanlah cinta. jika makna atau pengertian cinta aku jelaskan (menurut persepsiku sendiri tentunya) maka, aku juga tak akan menjelaskan disini karena cinta akan berbeda makna bagi manusia yang lainnya tak terkecuali anda.

jadi, jika anda mempertanyakan kenapa aku harus mencintai nindy. maka, saya akan menjawab dengan tegas “dia memiliki bagian yang tidak aku miliki dan aku sangat ingin memilikinya (bukan dalam pengertian jasad jasmani) dan aku akan menjaganya meski nyawaku adalah komponen yang dipertaruhkan dan aku tidak akan membuatnya kecewa serta aku ingin merubah sikap2ku jika itu adalah keharusan untuk memiliki cintanya” jika aku memang tak pantas untuknya, apakah yang kau bicarakan ini mengenai kelas sosial, jujur saja aku memang orang yang tak mampu tapi jika aku berusaha dengan tenaga sendiri seperti yang aku lakukan selama ini “aku bisa” apalagi jika aku hidup bersosial dengan manusia yang lainnya dengan arti lain manusia satu membutuhkan manusia yang lain, maka “aku akan lebih bisa” karena aku memiliki kemampuan yang tidak banyak orang miliki dan apalagi jika kau berbicara soal “materi”, banyak cara untuk menjadi boss, banyak cara untuk mengakumulasi modal, banyak cara untuk mengakali nilai lebih, banyak cara untuk mengeksploitasi anak buahku. itu jika anda berpikir kelas sosial dan cinta… tapi itu tidak akan saya lakukan karena kita sepakat cinta adalah masalah perasaan.

aku bukanlah yang kau pikirkan selama ini, kali ini aku akan jujur kepada kalian semua bahwa aku adalah orang kampungan, miskin, dekil, ngga mampu, semua yang hina yang ada dimuka bumi ini adalah saya jika itu adalah mau anda. secara moral saya tidak ingin membuat ketakutan siapapun karena itu hanya akan membuat beban moral saja, tapi cobalah untuk berpikir kembali apa yang telah saya lakukan untuk membuat  ketakutan itu. bukan yang membuat ketakutan itu bukanlah aku tapi orang sebelum aku datang, saya mohon jangan mudah menerima makna ketakutan. karena aku tau pasti  kau lebih dewasa dari pada manusia tua dikampus seperti aku ini


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: